TRADISI ADU DOMBA SEBAGAI SARANA PEMERSATU (PERPSEKTIF KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DI GARUT)
TRADISI ADU DOMBA SEBAGAI SARANA PEMERSATU (PERPSEKTIF KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DI GARUT)
Penulis:
Cecep Suryana
Ismail fadli
Muhammad Fahmil Mubarak
Rezi Fauzi Rahman
Tsania Siti Khopipah
Wulan Nur Alifah
Editor :
Asep Iwan Setiawan
ISBN : ………………………
Penyunting :
Ismail fadli, Muhammad Fahmil Mubarak
Penata Letak :
Rezi Fauzi Rahman, Tsania Siti Khopipah, Wulan Nur Alifah
Penerbit :
Yamisa Press
Cetakan, 20 November 2025
Hak Cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit
Sinopsis Buku
Buku ini hadir sebagai upaya untuk menggali lebih dalam makna dan relevansi tradisi adu domba dalam konteks komunikasi antarbudaya. Tradisi ini, yang sering kali dilihat sebagai sekadar kompetisi hewan, ternyata memiliki fungsi yang lebih luas sebagai medium untuk mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dari beragam latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi. Melalui pendekatan komunikasi antarbudaya, buku ini mengeksplorasi bagaimana tradisi adu domba tidak hanya menjadi alat pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana pemersatu yang mampu menciptakan harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Buku ini juga membahas bagaimana tradisi ini berkembang dari masa ke masa, menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi, serta beradaptasi dengan teknologi untuk tetap relevan di era digital.
Kami berharap buku ini dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya pelestarian tradisi lokal, sekaligus menginspirasi pembaca untuk melihat tradisi sebagai sumber kekayaan yang tak ternilai. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan di masa mendatang.


